ARTICLE AD BOX
Salah satu makronutrien krusial dibutuhkan bayi dalam tumbuh kembang, adalah protein. Seperti diketahui, protein ditemukan di seluruh tubuh, seperti di otot, tulang, kulit, rambut. Hampir di setiap bagian namalain jaringan tubuh lainnya terdapat protein, Bunda.
Protein membentuk enzim nan menggerakkan banyak reaksi kimia dan hemoglobin nan membawa oksigen dalam darah. Dikutip dari laman The Nutrition Source Harvard, setidaknya 10.000 protein berbeda membentuk tubuh dan menjaga tubuh tetap seperti itu.
Protein merupakan bagian dari setiap sel dalam tubuh manusia. Nutrisi tersebut berdomisili dalam membangun sel dan jaringan, Bunda. Protein juga krusial untuk perbaikan sel dan beragam proses tubuh, seperti respons imun, produksi hormon, dan pembekuan darah.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, rata-rata nomor kecukupan protein bagi masyarakat Indonesia sebesar 57 (lima puluh tujuh) gram per orang per hari pada tingkat konsumsi. Lalu, gimana dengan kebutuhan protein pada bayi?
Kebutuhan protein untuk bayi per hari
Simak kebutuhan protein anak menurut tabel nomor kecukupan gizi Kemenkes RI berikut dengan penjelasannya:
0 hingga 5 Bulan
Menurut tabel nomor kecukupan gizi dari Kemenkes RI, bayi usia 0 hingga 5 bulan di Indonesia memerlukan 9 gram protein per hari. Di usia 0 hingga 5 bulan anak tetap mendapatkan protein dari ASI eksklusif. Untuk itu, Bunda disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi nan seimbang.
6 hingga 11 Bulan
Menurut tabel nomor kecukupan gizi, bayi usia 6 hingga 11 bulan di Indonesia memerlukan 15 gram protein per hari. Di usia 6 bulan, anak mulai mengonsumsi MPASI.
Balita tetap minum ASI, kebutuhan proteinnya dari makanan padat mungkin lebih sedikit, lantaran ASI mengandung protein.Namun, MPASI kudu tetap dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan harian nan tidak didapat dari ASI.
1 hingga 3 Tahun
Di usia 1 hingga 3 tahun, anak memerlukan 20 gram protein per hari menurut tabel nomor kecukupan gizi nan ditetapkan Kemenkes RI. Di usia 1 hingga 3 tahun, anak sudah bisa konsumsi makanan keluarga.
Perlu diingat kembali, bahwa pondasi gizi nan baik berasal dari rumah, sehingga Bunda perlu menyediakan makanan nan sehat dan bergizi sesuai pedoman isi piringku.
4 hingga 6 Tahun
Di usia ini, anak memerlukan 25 gram protein per hari menurut tabel nomor kecukupan gizi, Bunda. Usia 4 hingga 6 tahun tetap termasuk golden age period (lima tahun pertama). Penting untuk selalu memberikan makanan sesuai takaran agar pertumbuhan dan perkembangannya optimal.
Manfaat protein untuk bayi
Protein terbuat dari masam amino. Tubuh kita memerlukan 22 masam amino untuk memelihara dan menumbuhkan rambut, kulit, tulang, dan tetap banyak lagi. Tubuh secara alami hanya dapat memproduksi 13 masam ini, jadi anak perlu mendapatkan 9 masam amino dari makanan nan kita makan.
Protein juga digunakan untuk memproduksi hemoglobin nan bertanggung jawab untuk membawa oksigen dalam darah. Dikutip dari laman Parenting Firstcry berikut kegunaan protein untuk bayi:
Untuk bayi
Bayi membutuhkan protein lantaran berat badan mereka berlipat dobel dalam enam bulan pertama. Jika Bunda tidak memberi anak cukup protein, perihal itu dapat menyebabkan perlambatan pertumbuhan dan perkembangan serta dapat mengganggu jantung dan paru-paru.
Bayi juga bakal menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan penyakit tersebut juga bakal menguras daya nan mereka butuhkan untuk tumbuh sehat serta kuat.
Untuk balita
Berjalan memerlukan banyak energi, dan balita, khususnya, sedang belajar berjalan. Hal ini berfaedah mereka memerlukan lebih banyak protein. Sel-sel otak juga memerlukan protein untuk mengembangkan skill berbincang dan bahasa.
Sumber makanan terbaik nan mengandung protein
Ilustrasi ikan/Foto: Getty Images/iStockphoto/Roxiller
Bunda tidak perlu bingung dalam mencari makanan mana nan kaya bakal protein. Dikutip dari laman John Hopkins Medicine, Bunda bisa mengikuti referensi guna mencukupi kebutuhan harian protein anak dari daftar sumber makanan terbaik berikut ini:
- 28 gram daging sapi, ayam, kambing mengandung 7 gram protein
- 28 gram ikan mengandung 7 gram protein
- 28 gram ati ayam mengandung 7 gram protein
- 1 butir telur mengandung 6 gram protein
- 1/2 cangkir edamame mengandung 8 gram protein
- 1/2 cangkir kacang merah mengandung 8 gram protein
- 150 ml greek yogurt mengandung 12 - 18 gram protein
- 1/2 cangkir keju cottage, keju ricotta mengandung 14 gram protein
Ciri-ciri anak kelebihan protein
Secara keseluruhan, anak-anak kudu mendapatkan cukup protein setiap hari untuk kebutuhan dasar dan atletik jika mereka mengonsumsi dua porsi protein rendah lemak, seperti daging sapi rendah lemak daging unggas, ikan, greek yogurt, namalain pengganti daging. Segala tambahan dari suplemen protein kemungkinan melampaui kebutuhan harian mereka dan tidak diperlukan, Bunda.
“Mengonsumsi protein ekstra, terutama dari suplemen protein, belum tentu sehat namalain bermanfaat,” kata Spesialis Nutrisi Olahraga, Diana Schnee, MS, RD, CSP, LD, dikutip dari laman Parents.
“Dan itu terutama bertindak untuk anak-anak. Faktanya, asupan protein nan berlebihan tidak menyebabkan perkembangan otot nan lebih baik, tetapi malah dapat memberi tekanan pada hati dan ginjal mereka dan meningkatkan akibat dehidrasi,” imbuhnya.
Hindari pemberian protein shake pada anak. Protein nan berlebihan dapat membebani ginjal, nan menyebabkan dehidrasi dan potensi kerusakan ginjal.
Selain itu, protein shake padat kalori dan dapat menyebabkan penambahan berat badan jika dikonsumsi terlalu sering. Beberapa merek mengandung gula tambahan, kafein, namalain bahan buatan, nan juga dapat berbahaya.
Dilansir Orlando Health, anak mungkin mengonsumsi terlalu banyak protein jika mereka mengalami salah satu indikasi berikut:
- Sering buang air mini namalain dehidrasi
- Masalah pencernaan, seperti sembelit namalain sakit perut
- Peningkatan berat badan nan tidak dapat dijelaskan
- Sering kelelahan
Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi KincaiMedia Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)