7 Cara Memerangi Nafsu Yang Jelek Menurut Ulama Sufi

Sedang Trending 4 jam yang lalu
ARTICLE AD BOX

KincaiMedia –  Setan sebagai musuh nan kekal bagi umat manusia dia selalu menggoda manusia agar tersesat dari jalan kebenaran. Kecenderungan manusia kepada hawa nafsunya dijadikan kesempatan besar oleh setan untuk menjerumuskannya. Apabila manusia tergoda oleh rayu rayu setan, maka dia bakal dijauhkan dari rahmat Allah. Nah berikut 7 langkah memerangi nafsu nan jelek menurut ulama.

Syekh Muhammad bin Abi Bakar Ar-Razi Al-Hanafi dalam karyanya Hada’iq Al- Haqa’iq Fi Al-Mau’idhah Wa Al-Tashawuf Juz, 1, laman 23 menjelaskan:

واعلم أن النفس الأمارة بالسوء كشيطان له سبعة رءوس : الشهوة، والغضب، والكبر والحسد والبخل والحرص، والرياء.

Artinya: “Ketahuilah bahwasanya nafsu nan membujuk kepada kejelekan itu seperti setan nan mempunyai tujuh kepala, yaitu, syahwat, marah, sombong, dengki, pelit, rakus, dan pamer”.

Penjelasan Syekh Muhammad bin Abu Bakar Ar-Razi Al-Hanafi di atas memberi pengarahan kepada kita, agar kita mengetahui tentang 7 sifat nan mendorong hawa nafsu kita untuk melakukan kejelekan. Adapun langkah untuk memerangi 7 sifat nafsu nan tercela tersebut, sebagai berikut:  

Pertama, syahwat. Untuk menjinakkan syahwat agar tidak liar, kita kudu riyadhah (melatih diri) dari kenikmatan syahwat, seperti,  kenikmatan makan dan minum, kita jangan sampai meniru syahwatnya hewan nan selalu mau makan kenyang. Kita kudu melatih diri dengan kelaparan agar hati kita menjadi bersih.

Kedua, marah. Untuk meredam sifat marah kita kudu bersabar dalam menghadapi beragam masalah. Orang nan tidak bisa meredam amarahnya, masalah nan dia hadapi bakal bertambah rumit apalagi bakal mendatangkan masalah nan baru. 

Ketiga, sombong. Hakikat sombong adalah merasa lebih baik dari orang lain namalain memandang rendah orang lain. Untuk menghilangkan kesombongan hanya dengan sifat tawadhu’ yaitu, merasa jelek namalain rendah hati. 

Keempat, dengki. Sifat dengki bisa dihilangkan dengan iktikad namalain kepercayaan bahwa segala kenikmatan adalah milik Allah, Allah menganugerahkan nikmat kepada hambanya nan dia kehendaki. Jika manusia mempunyai kesadaran seperti itu, maka sifat dengkinya bakal menghilang secara perlahan.

Kelima, pelit. Orang nan terlalu cinta bakal kemewahan kekayaan bakal melahirkan kepelitan, dia tidak suka berbagi kepada sesama. Kepelitan bakal lenyap seumpama dia merasa cukup (Qana’ah) atas hidayah nan Allah berikan kepadanya. 

Keenam, rakus. Orang nan rakus selalu merasa kurang atas apa nan dia miliki. Kerakusan bisa dihilangkan dengan mengambil pelajaran atas peristiwa nan terjadi kepada orang-orang  terdahulu, nan telah disiksa oleh Allah lantaran kerakusannya. Seperti nan dialami oleh Qarun, lantaran kerakusannya hartanya ditenggelamkan oleh Allah ke muka bumi. 

Ketujuh, riya’. Orang nan senang dengan pujian dan memamerkan ibadahnya agar dilihat oleh orang lain sebagai mahir ibadah termasuk ciri-ciri orang nan riya’. Obat untuk menghilangkan sifat riya’ yaitu, dengan tulus dalam beramal agar kebaikan nan kita kerjakan mendapatkan pahala di sisi Allah. Wallahu a’lam bissawab.

Selengkapnya
lifepoint upsports tuckd sweetchange sagalada dewaya canadian-pharmacy24-7 hdbet88 mechantmangeur mysticmidway travelersabroad bluepill angel-com027