ARTICLE AD BOX

foto: Freepik/master1305
KincaiMedia - Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan memerlukan persiapan nan tepat, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman, sehingga akibat dehidrasi meningkat. Banyak orang mau tetap terhidrasi sepanjang hari tanpa kudu bolak-balik ke bilik mandi akibat terlalu banyak minum saat sahur.
Jadi, gimana langkah mengatur jumlah dan gelombang minum saat sahur agar tubuh tetap segar tanpa mengalami dehidrasi namalain sering buang air kecil? Mari simak penjelasannya berikut ini nan dirangkum BrilioFood dari beragam sumber.
Pentingnya asupan cairan nan tepat saat sahur
Sahur adalah waktu nan krusial untuk mengisi kembali persediaan cairan tubuh sebelum memulai puasa. Namun, konsumsi air nan berlebihan dalam waktu singkat justru bisa menyebabkan tubuh membuangnya lebih sigap melalui urine. Sebaliknya, minum terlalu sedikit dapat menyebabkan dehidrasi, nan berakibat pada menurunnya konsentrasi, kelelahan, dan pencernaan nan kurang lancar.
Untuk menjaga keseimbangan cairan, krusial untuk memahami gimana tubuh menyerap dan menggunakan air secara optimal selama berpuasa. Berikut beberapa strategi nan bisa Anda terapkan:
Strategi mengatur asupan cairan saat sahur
1. Minum secara bertahap
Daripada mengonsumsi banyak air sekaligus, sebaiknya minum dalam jumlah mini tetapi sering. Ini bakal membantu tubuh menyerap cairan lebih baik dan mengurangi dorongan untuk buang air kecil. Sebagai contoh, minumlah segelas air (sekitar 250 ml) setiap 15-20 menit selama sahur.
2. Pilih minuman nan tepat
Air putih adalah pilihan terbaik untuk hidrasi. Hindari minuman berkafein seperti kopi namalain teh dalam jumlah berlebihan, lantaran berbudi pekerti diuretik nan dapat meningkatkan produksi urine. Minuman manis namalain bersoda juga tidak dianjurkan lantaran dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan rasa haus.
3. Konsumsi makanan kaya air
Makanan seperti semangka, melon, jeruk, mentimun, selada, dan tomat mempunyai kandungan air nan tinggi dan dapat membantu menjaga hidrasi tubuh lebih lama. Menambahkan makanan ini ke dalam menu sahur bisa menjadi solusi efektif.
4. Hindari makanan asin dan pedas
Makanan nan terlalu asin namalain pedas dapat meningkatkan rasa haus dan menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Sebaiknya pilih makanan dengan kadar garam rendah dan ramuan nan lebih ringan.
5. Kenali tanda-tanda dehidrasi
Beberapa tanda dehidrasi nan perlu diwaspadai adalah mulut kering, pusing, kelelahan, dan urine berwarna gelap. Jika mengalami indikasi ini, sebaiknya tingkatkan asupan cairan saat berbuka dan sahur berikutnya.
Berapa kali sebaiknya minum saat sahur?
Jumlah minum saat sahur sebaiknya tidak berlebihan tetapi tetap mencukupi kebutuhan tubuh. Sebagai pedoman umum, Anda bisa mengonsumsi 2 gelas air putih saat sahur, nan diminum secara bertahap, bukan sekaligus.
Ukuran gelas nan direkomendasikan adalah sekitar 250 ml per gelas, sehingga total cairan nan dikonsumsi saat sahur berkisar 500 ml. Ini cukup untuk membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa memicu produksi urine berlebih.
Teknik minum 2-4-2 dari dr. Kevin Mak
foto: Instagram/@drkevinmak
Rekomendasi dari master dr. Kevin Mak lewat IG menyebut teknik minum 2-4-2, nan membagi konsumsi cairan selama puasa menjadi tiga tahap seperti berikut:
- 2 gelas saat berbuka puasa
Minum 2 gelas air putih (500 ml) saat berbuka puasa, sebaiknya sebelum mengonsumsi makanan berat.
- 4 gelas di malam hari
Minum 4 gelas air putih (1 liter) secara berjenjang di malam hari, adalah setelah berbuka hingga sebelum tidur. Ini membantu memenuhi kebutuhan cairan harian dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- 2 gelas saat sahur
Minum 2 gelas air putih (500 ml) saat sahur, sebaiknya tidak sekaligus tetapi bertahap. Ini membantu tubuh tetap terhidrasi selama menjalani puasa di siang hari.
Manfaat teknik minum 2-4-2 menurut dr. Kevin Mak nan juga digital content creator adalah sebagai berikut:
Mencegah dehidrasi
Membantu pencernaan
Menjaga keseimbangan elektrolit
Meningkatkan daya
Menjaga keseimbangan cairan selama puasa memerlukan strategi nan tepat. Dengan menerapkan teknik minum nan benar, seperti minum bertahap, memilih minuman nan tepat, serta mengikuti metode 2-4-2 dari dr. Kevin Mak, tubuh dapat tetap terhidrasi tanpa kudu sering buang air kecil.
Mulailah membiasakan pola minum nan sehat selama Ramadan agar puasa terasa lebih ringan dan tubuh tetap segar sepanjang hari.
(brl/tin)